WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN FIDUSIA (STUDI PADA PT. BANK DANAMON INDONESIA TBK. CABANG BANDA ACEH) (S000187)

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN FIDUSIA (STUDI PADA PT. BANK DANAMON INDONESIA TBK. CABANG BANDA ACEH) (S000187)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
2012
11-10-2012
Indonesia
Banda Aceh
Hukum Perdata
Skripsi
S1 Ilmu Hukum
Hukum Keperdataan (S1)
Ya
-

Perjanjian fidusia merupakan perjanjian tambahan dari suatu perjanjian pokok yang di dalamnya memuat ketentuan hak dan kewajiban para pihak, antara Jain pemberi fidusia memiliki hak menguasai obyek jaminan fidusia, menerima kembali hak milik atas obyek jaminan fidusia jika telah melunasi utangnya dan berkewajiban untuk menyerahkan benda yang menjadi obyek jaminan fidusia apabila melakukan wanprestasi serta dalam Undang-Undang No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dilarang untuk mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan obyek jaminan fidusia kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari pihak penerima fidusia. Penerima fidusia memiliki hak atas kepemilikan benda yang dijadikan obyek jaminan fidusia, debitor melakukan wanprestasi penerima fidusia berhak untuk melakukan eksekusi obyek jaminan fidusia clan berkewajiban menyerahkan kelebihan atas hasil pelelangan atau penjualan benda jaminan fidusia kepada pemberi fidusia serta tidak melakukan perubahan terhadap perjanjian fidusia secara sepihak. Pada perjanjian fidusia ini telah terjadi wanprestasi yang dilakukan debitor, yaitu dengan mengadaikan obyek jaminan fidusia kepada pihak ketiga tanpa mendapatkan persetujuan dari pihak kreditor yang dalam Pasal 23 ayat (2) UUJF dilarang untuk melakukan hal tersebut, berubahnya fungsi obyek jaminan dan rusaknya obyek jaminan yang dilakukan oleh debitor juga merupakan suatu bentuk wanprestasi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana bentuk-bentuk wanprestasi dalam perjanjian fidusia dan penyelesaiannya serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, Cabang Banda Aceh selaku kreditor atau penerima fidusia pada perjanjian fidusia.

Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk wanprestasi dalam perjanjian fidusia pada PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, Cabang Banda Aceh antara lain adalah debitor menggadaikan obyek jaminan dan mengubah fungsi obyek jaminan fidusia tersebut.Wanprestasi yang dilakukan oleh debitor ini menimbulkan kerugian bagi pihak kreditor selaku penerima fidusia. Pihak kreditor telah melakukan penyelesaian wanprestasi dengan cara mengeksekusi obyek jaminan fidusia. Dalam menyelesaikan wanprestasi ini kreditor menemui berbagai hambatan untuk mengeksekusi obyek jaminan salah satunya adalah debitor pindah alamat dan identitas atau bentuk obyek jaminan telah diubah sehingga menyulitkan untuk dilakukan pemeriksaan.

Disarankan kepada PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, Cabang Banda Aceh agar lebih teliti dan selektif dalam menilai calon debitor, yaitu yang menyangkut dengan karakter, kemampuan, modal, jaminan dan kondisi ekonomi dari debitor, sehingga dapat meminimalisir terjadinya wanprestasi dikemudian hari.

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.