PENERAPAN PRANATA HUKUM PERALIHAN PIUTANG (JURIDISCHE LEVERING) DAN PEMBAURAN UTANG (NOVATIE) DALAM KAITANNYA DENGAN LELANG EKSEKUSI) (T000017)

PENERAPAN PRANATA HUKUM PERALIHAN PIUTANG (JURIDISCHE LEVERING) DAN PEMBAURAN UTANG (NOVATIE) DALAM KAITANNYA DENGAN LELANG EKSEKUSI) (T000017)
Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala
2006
31-10-2006
Indonesia
Banda Aceh
Hukum Perdata
Tesis
S2 Ilmu Hukum
Hukum Keperdataan (S2)
Ya
-

Juridische levering adalah perbuatan hukum mengalihkan piutang atau tagihan atas nama oleh debitur kepada pihak lain, dan penyerahannya harus dibuatkan dalam suatu akta yang menyebutkan kreditur menyerahkan hak yang dipunyai olehnya terhadap debitur berdasarkan perjanjian kredit kepada dan diterima oleh kreditur baru sebesar hak kreditur lama terhadap debitur. Pengalihan piutang (juridische levering) yang dibicarakan dalam tesis ini adalah juridische levering yang dijamin dengan hak tanggungan, hipotik maupun jaminan fidusia. Novatie adalah pembaruan utang atau dengan kata lain adalah penggantian perikatan lama dengan suatu perikatan baru. Artinya jaminan kebendaan seperti hak tanggungan, hipotik maupun jaminan fidusia tidak dapat beralih karena novatie. Jaminan kebendaan dapat hapus karena hapusnya utang yang dijamin dengan jaminan kebendaan itu. Jadi, karena perjanjian yang baru mengakhiri perjanjian lama, jaminan kebendaan menjadi berakhir pula. Jaminan kebendaan bertujuan untuk menjamin utang yang diberikan pemegang jaminan kebendaan kepada debitur. Apabila debitur cidera janji, benda yang dibebani dengan jaminan kebendaan itu berhak dijual oleh pemegang jaminan kebendaan itu berhak dijual oleh pemegang jaminan kebendaan tanpa persetujuan dari pemberi jaminan kebendaan dan pemberi jaminan kebendaan tidak dapat menyatakan keberatan atas penjualan terse but. Agar. pelaksanaan penjualan itu dapat dilakukan secara jujur (fair), maka penjualan itu dilakukan melalui pelelangan umum menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lelang eksekusi terhadap objek jaminan yang telah diikat dengan jaminan kebendaan dapat melalui putusan pengadilan, tanpa putusan pengadilan maupun eksekusi melalui PUPN/KP2LN Jakarta Ill baik yang berasal dari juridische levering maupun novatie.

Tujuan penelitian tesis ini adalah untuk membahas bagaimana penerapan juridische fevering dan novatie dalam eksekusi dalam peranan penyelesaian kasus juridische levering dan Nova tie dan kendala yang dihadapi.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Deskriptif analisis adalah bahwa penelitian yang menggambarkan penerapan suatu hukum dalam pelaksanaan melalui pembahasan kasus yang timbul. Data untuk penulisan diperoleh melalui pengumpulan dan pembahasan kasus, atau wawancara dengan responden dan informan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan juridische levering dan Novatie dapat diterapkan dalam pranata hukum eksekusi pembayaran utang. Kendala yang dihadapi bahwa pemenang lelang tidak segera dapat menikmati hasil lelang, karena penghuni tidak mau pindah, objek lelang terikat dengan perjanjian leasing.

Saran, bila pranata hukum juridische levering dan Novatie yang dipilih sebagai penyelamatan kredit, maka perlu dicari kreditur yang bersedia membeli piutang dengan pembayaran sekaligus. Dalam hal pranata hukum novatie yang dipilih maka debitur yang dipilih harus yang beritikad baik.

edit_page


Untuk membaca file lengkap dari naskah ini, Silahkan Login.